Kadis Kehutanan Papua Barat Minta Tim Gabungan Tangkap Penjarah Hutan Sorong Raya

- 9 Juni 2021, 17:36 WIB
ILUSTRASI Perusahaan Korea Selatan membakar lahan perkebunan kelapa sawit di Papua: Perusahaan Korindo diduga telah sengaja membakar hutan Papua setelah kasus ini diteliti oleh Greenpeace dan Forensic Architecture./ Twitter/ @andreasharsono
ILUSTRASI Perusahaan Korea Selatan membakar lahan perkebunan kelapa sawit di Papua: Perusahaan Korindo diduga telah sengaja membakar hutan Papua setelah kasus ini diteliti oleh Greenpeace dan Forensic Architecture./ Twitter/ @andreasharsono /

PORTAL PAPUA- Kepala Dinas Kehutanan provinsi Papua Barat Hendrik Runaweri geram dengan adanya laporan masyarakat terkait penjarahan hutan kayu di Sorong Raya oleh para penjahat dan para penjarahan hutan kayu di wilayah Papua Barat. Karena itu, Ia meminta tim gabungan bersama aparat penegak hukum yakni Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan agar menangkap dan memenjarakan para penjahat dan para penjarahan hutan kayu di wilayah Sorong Raya.

Baca Juga: Mabes Polri: 13 Teroris di Merauke Bukan Orang Asli Papua

Ia meminta sistem pengawasan diperketat oleh dinas kehutanan provinsi, kabupaten kota serta kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. "Para penjarah hutan kayu harus ditangkap dan diproses hukum,"tegas Hendrik dalam forum diskusi dinas kehutanan bersama kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang digelar di Hotel Vega Kota Sorong, Sabtu pekan lalu.

Hendrik mengaku menerima laporan dari masyarakat terkait penjarahan hutan kayu di wilayah Sorong Raya.

"Sesuai laporan yang saya terima, mereka (penjarah hutan kayu, red) melakukan penebangan hutan kayu tanpa disertai dokumen atau izin pemanfaatan kayu, sehingga mereka ini harus ditindak secara hukum,"tegas dia.

Baca Juga: Seorang Anggota Polisi di Kupang Ditangkap Tim Buser Lantaran Sering Menjambret HP Warga

Ia juga mengaku telah melakukan MoU dengan Polda Papua Barat untuk meningkatkan sistem pengawasan hutan di Papua Barat.

Sementara itu ditempat terpisah ketua Dewan Adat Sayosa Raya, Kabupaten Sorong, Papua Barat Musa Khampak mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi hutan kayu di wilayah Sayosa Raya. Menurutnya, hutan kayu di wilayah Sayosa Raya kabupaten Sorong menjadi sasaran perambah hutan kayu.

Baca Juga: Jadi Ikon PON XX Papua, Nagita Slavina Malah Dapat Kesan Negatif, Raffi Ahmad Ungkap Kekecewaan

Halaman:

Editor: Atakey


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X