Didiagnosis Hipertensi, Bupati Sorong Selatan Tak Jadi Divaksin

- 3 Februari 2021, 12:57 WIB
Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli saat diperiksa tim medis vaksinasi.
Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli saat diperiksa tim medis vaksinasi. /PORTAL PAPUA/Rafael

PORTAL PAPUA - Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, tak jadi divaksin. Pembatalan tersebut dilakukan dengan alasan adanya riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dialaminya.

Hal tersebut diklarifikasi Bupati sendiri saat launching vaksin di Rumah Sakit Scholoo Keyen. Diungkapkan olehnya bahwa ia sudah 2 kali melakukan tensi darah.

"Tadi saya sudah menjadi orang pertama yang ingin menerima vaksin, namun dalam pemeriksaan saya mengalami hipertensi. Sehingga pihak medis menyarankan untuk tidak disuntikkan vaksin," ujar Samsudin.

Baca Juga: Ditunding Bersilat Lidah, LeBron James Diserang Seorang Wanita Saat Laga NBA Berlangsung

Perlu diketahui, sebagian para penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dia sedang mengidap penyakit tersebut, karena penyakit ini tidak banyak menimbulkan gejala awal. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi penyakit, seperti jantung dan stroke.

Mengantisipasi hal tersebut, Bupati mengungkapkan, akan kembali melakukan tensi dalam beberapa hari ke depan, dan apabila sudah kembali normal, dirinya akan disuntik vaksin.

"Masyarakat tidak perlu khawatir atau takut, sebab vaksin ini bertujuan meningkatkan imun serta memberikan kekebalan tubuh antibodi bagi diri kita, jika kita diserang oleh virus corona," ungkapnya.

Baca Juga: Larangan Masuk ke Arab Saudi Bagi WNA dari 20 Negara Resmi Diterapkan Hari Ini, Ada Pengecualiannya

Sementara itu, Kabupaten Sorong Selatan sendiri mendapat jatah vaksin Covid-19 dari Provinsi Papua Barat sebanyak 1.630 dosis vaksin.

Vaksin tersebut sesuai anjuran Menteri Kesehatan yang difokuskan bagi tenaga medis serta forkopimda. Sedangkan di bulan Maret, difokuskan bagi TNI-POLRI, guru, dan tahap yang terakhir akan difokuskan bagi masyarakat.

"Awalnya kita cukup mengalami kesulitan karena tenaga kesehatan banyak yang menolak. Namun berkat kerja keras dan sosialisasi maka para tenaga kesehatan menyatkan diri untuk menerima. Untuk tenaga kesehatan sendiri terdapat 360-an yang akan divaksin pertama kalinya," pungkasnya.

Reporter: Rafael Fautngiljanan

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah