Frans Pekey Bersama Rombongan Menginjak Kaki di Situs Gunung Srobu, Bertanda Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

- 12 Mei 2024, 23:06 WIB
Foto bersama Pj Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si bersama rombongon diantarnya Robby Awi (Sekda), Abdul Majid, S.Pd, M.MPD (Kadis Pendidikan & Kebudayaan) Kota Jayapura, Perwakilan Provinsi Kabid Kebudayaan, Erlin Novita (Ahli Arkelogi ), Tokoh Adat dan Ketua TACB di Megalitik Srobu V
Foto bersama Pj Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si bersama rombongon diantarnya Robby Awi (Sekda), Abdul Majid, S.Pd, M.MPD (Kadis Pendidikan & Kebudayaan) Kota Jayapura, Perwakilan Provinsi Kabid Kebudayaan, Erlin Novita (Ahli Arkelogi ), Tokoh Adat dan Ketua TACB di Megalitik Srobu V /

 

PORTAL PAPUA - Tepat hari Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIT Penjabat Wali Kota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si bersama rombongan bertolak dari pantai Ciberi kawasan jembatan Youtefa menggunakan Speed Boat menuju situs gunung Srobu yang terletak di Teluk Youtefa, Kelurahan Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Minggu 12 Mei 2024.

Setelah tiba di bawah gunung Srobu, Frans Pekey bersama rombongan diantarnnya Pj Sekda Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Jayapura, Kabid Kebudayaan Kota Jayapura, Kabid Kebudayaan Provinsi Papua, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Jayapura, Ahli Arkelogi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, awak media beserta masyarakat setempat.

Mendaki ketinggian gunung Srobu dengan menempuh jarak (-+) 1 Km lebih untuk mendapatkan kawasan inti penemuan jejak -jejak penghunian Manusia masa pra sejarah akhir di Papua yang terdapat di Megalitik Srobu 1 sampai dengan Megalitik Srobu V.

Ketanguhan Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey guna taklukan rintangan terjalanya gunung Srobu patut di ancungkan jempol hingga tiba di titik Megalitik Srobu keempat sebagai pusat Ritual atau Pemujaan manusia masa lampau di gunung  Objek Diduga Cagar Budaya itu.

Kepada awak media termasuk Portal Papua, Frans Pekey katakan kita harus bersyukur yang luar biasa sebab gunung Srobu ini sebelum di temukan. Masyarakat tidak pernah membayangkan bahwa ada kehidupan masa lampau disini pada abak ke -4 Masehi.

Dan itu sudah di buktikan dengan dilakukan penelitian cukup lama oleh ahli arkelogi dalam hal ini Erlin Novita Idje dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk situs gunung Srobu Kota Jayapura.

"Untuk itu tugas kita, bukan saja Pemerintah tapi dengan Masyarakat pertama -tama itu kita menjaga dulu Situs Gunung Srobu supaya yang sudah di temukan ini tidak ada yang rusak apalagi di ambil",ucapnya mengingatkan kembali.

Penjabat Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si ketika berfoto di tempat Pemujaan Manusia pra Sejarah yang pernah menetap di Gunung Srobu, Teluk Youtefa, Kota Jayapura (Portal Papua) Minggu 12 Mei 2024 Silas Ramandey
Penjabat Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si ketika berfoto di tempat Pemujaan Manusia pra Sejarah yang pernah menetap di Gunung Srobu, Teluk Youtefa, Kota Jayapura (Portal Papua) Minggu 12 Mei 2024 Silas Ramandey
Dirinya lebih lanjut menyebutkan tugas Pemerintah adalah tentu melakukan pelestarian bersama -sama dengan pihak Arkelogi dan semua instansi terkait pertama -tama menetapkan situs ini (gunung srobu) dengan Peraturan Daerah.

Kemudian setelah itu barulah secara bersama -sama pihaknya dorong untuk bagimana mengali Gunung Srobu tersebut supaya mewarisi kepada generasi yang akan datang dengan Muatan Lokal.

Halaman:

Editor: Silas Ramandey


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah