Workshop Papua Women and Culture Beri Dukungan Kemajuan dan Perlindungan Bagi Perempuan Papua

- 7 Agustus 2022, 10:50 WIB
Narasumber, Herlin Beatrix Monim, ketua Komisi IV DPR Papua, Juliana Waromi, Sekwan DPRP, Naomi Marasian, Direktur PT PPMA, dan moderator, Eiren Waromi. saat memberikan pandangan kepada para peserta, dalam , di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022.
Narasumber, Herlin Beatrix Monim, ketua Komisi IV DPR Papua, Juliana Waromi, Sekwan DPRP, Naomi Marasian, Direktur PT PPMA, dan moderator, Eiren Waromi. saat memberikan pandangan kepada para peserta, dalam , di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022. /Celai Waromi / lintaspapua.com/

PORTAL PAPUA  -  Narasumber, Herlin Beatrix Monim, ketua Komisi IV DPR Papua, Juliana Waromi, Sekwan DPRP, Naomi Marasian, Direktur PT PPMA, dan moderator, Eiren Waromi. saat memberikan pandangan kepada para peserta, dalam , di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022.

Perempuan Papua Harus Keluar Dari Penindasan Dalam Masyarakat Adat

Kelompok kerja perempuan dan adat, Dewan Adat Papua (DAP) melalui lembaga penelitian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Papua bekerja sama dengan komisi 4 DPR Papua menggelar workshop peran perempuan Papua dalam melestarikan, mempertahankan eksistensi budaya dan kehidupan masyarakat asli Papua.

Tujuan kegiatan ini adalah menggali nilai tradisi potensi kearifan lokal perempuan Papua yang perlu dilindungi dan dilestarikan, selain itu seiring peranan perempuan Papua dalam dunia profesional dalam mempertahankan eksistensi budaya perempuan Papua dari sisi kebijakan dan penguatan masyarakat adat.

Kegiatan workshop dilaksanakan di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022, dengan menghadirkan Empat pembicara hebat yakni, Leonard Imbiri, Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Herlin Beatrix M. Monim, Ketua Komisi IV DPR Papua, Juliana J. Waromi, Sekretaris Dewan DPR Papua, Naomi Marasian, Direktur PT. PPMA Papua, serta di pandu oleh Eirene Waromi, Direktur LP4A Papua.

Baca Juga: Penguatan Iman Kristen Untuk Malam Hari, Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua
Juga hadir 43 peserta workshop dari, DPR Papua, Perwakilan Pokja perempuan MRP, dewan adat, akademisi, LSM, serta masyarakat adat.

Sejalan dengan komitmen internasional untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals SDGs) pada tahun 2030, kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai secara global atau yang lebih dikenal dengan planet 50-50, di mana perempuan dan laki-laki bersama setara terlibat dan mendapatkan manfaat dalam pembangunan.

Suasana  Kegiatan workshop dilaksanakan di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022,
Suasana Kegiatan workshop dilaksanakan di Mess DPR Papua, Jumat, 5 Agustus 2022,

Sejarah nasional komitmen ini didorong melalui tujuan pembangunan nasional yang harus terintegrasi hingga ke daerah untuk melindungi dan mendukung pelestarian budaya dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya masyarakat asli.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x