Beda Keterangan Kematian Brigadir Yosua di Internal Kepolisian

- 5 Agustus 2022, 13:34 WIB

Polri melaksanakan prarekonstruksi secara gabungan internal polisi atas kasus yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah

Portal papua -  Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J memasuki babak baru usai Irjen Ferdy Sambo resmi dimutasi dari jabatan Kadiv Propam menjadi Perwira Tinggi (Pati) di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Sederet fakta baru juga mulai ditemukan oleh Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tanda tanya besar yang sempat menyelimuti kematian Brigadir J mulai memudar.

Beberapa temuan-temuan dari Timsus juga seolah merubah rangkaian atau proses kejadian di balik tewasnya Brigadir J di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo, yang terletak di Komplek Polri, Duren Tiga.

Peristiwa Penembakan
Setidaknya, ada beberapa hal yang berubah dalam alur insiden berdarah ini. Satu di antaranya mengenai proses penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Kapolres Metro Jaksel saat itu Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Brigadir J tewas karena terlibat baku tembak dengan Bharada E.

Budhi menyebut Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E.

Akan tetapi, tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sementara tembakan Bharada E justru jitu mengenai Brigadir J hingga tewas.

Budhi kemudian mengklaim, aksi koboi itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi. Brigadir J disebutkan panik ketika percobaan kekerasan seksualnya gagal hingga akhirnya Putri berteriak.

Brigadir J kemudian dikabarkan menembak Bharada E yang berada di lantai dua karena menanyakan teriakan Putri itu. Akibatnya, disebutkan, Bharada E terpaksa membela diri dengan membalas tembakan Brigadir J.

Halaman:

Editor: Esron Oko Demetouw

Sumber: CNNIndonesia.Com


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x