Hukum Terutama, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan Segenap Hati dan Jiwa serta Akal Budi, Lanjut Kasihi Sesama

- 23 Juni 2022, 01:05 WIB
Ayat Alkitab Dalam Kitab Injil Lukas.
Ayat Alkitab Dalam Kitab Injil Lukas. /Portal Papua/

PORTAL PAPUA -  Hukum Terutama, “Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 22:37-40).

Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah sumber semua hukum dan kitab para nabi. Sederhananya, kalau kita paham hukum ini sudah cukup, karena kita akan sanggup melakukan semua hukum yang lain.

Baca Juga: Pemprov Papua Komitmen Dukung Kegiatan Pelestarian Hutan Papua

Dua kalimat (frasa) ini tak terpisahan dan mempunyai kekuatan yang sama, karena seorang tidak bisa berkata “aku mengasihi Tuhan,” tapi membenci saudaranya/sesamanya.

Seorang yang mengasihi Tuhan otomatis ia mengasihi sesamanya. Jika seorang ngotot berkata “aku mengasihi Tuhan,” tetapi praktiknya membenci sesama, maka sebenarnya ia berbohong karena yang terjadi kasihnya bersyarat atau yang ia anggap sesama adalah yang hanya sealiran, segolongan, sepaham dan seagama dengannya.

Orang ini mereduksi arti kata “sesama manusia.” Jika ini yang terjadi sebenarnya ia belum mengenal Allah yang sesungguhnya, apalagi mengasihi-Nya, yang ia kenal adalah Allah sesuai dengan persepsinya sendiri, Allah rekaannya sendiri.

Itu sebabnya kita banyak menjumpai praktek kehidupan orang semacam ini tidak lebih baik daripada praktek kehidupan seorang yang atheis sekalipun.

Ayat renungan dalam Kitab Yesaya 32.
Ayat renungan dalam Kitab Yesaya 32.

Hari ini banyak orang menggemakan nama Tuhan, dan bersamaan dengan itu ia memaksakan kehendak dan membenci sesamanya. Banyak juga yang taat beribadah bersamaan dengan itu ia mengutuk sesamanya.

Seorang pembunuh bukan hanya seorang yang melenyapkan nyawa orang lain. Tetapi jika Anda tidak mengasihi Allah dengan segenap hati, Anda mudah membenci sesama.

Baca Juga: Sebelum Hasilkan 20 Finalis Yauw - Enggo, Inilah Proses Karantina 54 Finalis Putra Putri Pariwisata Yauw-Enggo

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: King's Sword


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x