Peduli Bencana NTT, Kemensos Terjunkan Tagana dan Salurkan Bantuan Rp2,6 Miliar

6 April 2021, 11:45 WIB
Senin 5 April 2021 sore bantuan dari kemensos tiba di NTT /Twitter/@kemensosRI/

 

PORTAL PAPUA-Sebagai upaya kepedulian dan menanggulangi dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Selain itu, Kemensos juga menyalurkan dana bantuan senilai Rp2,6 miliar untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan santunan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor.

Baca Juga: Data Sementara BNPB, Jumlah Pengungsi Bencana di Flores Timur Capai 256 Jiwa

Bahkan, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dipastikan akan meninjau secara langsung kedua wilayah terdampak bencana tersebut.

Terkait personil Tagana yang diterjunkan Kemensos, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Syafii Nasution menjelaskan sejumlah hal terkait tugas dan peran personil Tagana tersebut.

“Bersama unsur-unsur terkait, Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana mengambil peran dalam penanganan bencana,” kata Syafii Nasution di Lembata, Senin 5 April 2021.

Personil Tagana tersebut tentunya akan bersinergi dengan unsur-unsur terkait di lapangan agar penanganan bencana alam dapat berjalan baik dan sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga: Menerima Beberapa Penghargaan, Taylor Simone Ledward Mewakili Mendiang Suaminya, Chadwick Boseman

“Termasuk tentu saja melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak bencana tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” tutur Syafii.

Syafii juga menjelaskan bahwa di kawasan bencana, Tagana bertugas melakukan pendataan korban, evakuasi korban ke tempat aman khususnya kepada kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas, dan tugas taktis lainnya.

Selain itu, Tagana juga akan membantu melakukan pendistribusian kebutuhan logistik korban bencana banjir yang bersumber dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT DAN Jawa Timur.

Baca Juga: Merasa Chorong Apink Dilecehkan, Play M Entertainment Menempuh Jalur Hukum

“Logistik bersumber dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta belanja langsung,” jelas Syafii.

Tidak hanya itu, Tagana juga melakukan pendataan ahli waris korban meninggal dunia dan luka-luka untuk pemberian santunan.

Santunan tersebut akan disalurkan oleh Kemensos kepada 76 jiwa yang merupakan ahli waris, sebesar Rp1.140.000.000 dan santunan korban luka berat 27 jiwa dengan nilai Rp135 juta.

Mengutip data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor di NTT telah menelan korban meninggal 76 jiwa, luka berat 63 orang, luka ringan 27 orang, sebanyak 829 KK atau 256 orang terdampak, sebanyak 93 unit rumah rusak, dan delapan bangunan rusak.

Editor: Atakey

Tags

Terkini

Terpopuler