Batas Wilayah Administrasi Mamberamo Raya dan Tolikara Dinyatakan Final, Tunggu Penetapan Kemendagri!

- 20 Mei 2022, 12:58 WIB
Batas Wilayah Administrasi Pemerintahan Mamberamo Raya dan Tolikara Dinyatakan Final, Tunggu Penetapan Kemendagri. Richard (PP)
Batas Wilayah Administrasi Pemerintahan Mamberamo Raya dan Tolikara Dinyatakan Final, Tunggu Penetapan Kemendagri. Richard (PP) /

PORTAL PAPUA – Setelah melewati berbagai pertemuan ke pertemuan dari tahun ke tahun, akhirnya, pada Kamis 19 Mei 2022, dalam “Rapat Fasilitasi Penyelesaian Penegasan Batas Daerah di Provinsi Papua”, antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, dinyatakan final, dan menunggu penetapan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).  

Baca Juga: Selamat Bertugas AKBP Victor Mackbon, dan Terima Kasih Kombes Pol Gustav Urbinas

Dalam rapat fasilitasi tersebut, dipimpin lansung Kasubdit Batas Daerah Wilayah III Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Mardiyana, S.Si., M.Si.

Hadir dalam pertemuan tersebut, yakni;

  • Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya (Bupati Mamberamo Raya Dr. (HC) John Tabo, SH, M.BA)
  • Kasubbag Daerah Otonomi Baru dan Penataan Batas Wilayah Setda Provinsi Papua (Adolf N. Fitowin, S.IP, M.SI)
  • BAPPEDA Provinsi Papua (Ivy Sondakh, A.md)
  • Staf Ahli Bidang Ideologi Politik Kodam XVII/Cenderawasih (Kolonel Inf. Sapta Budhy Purnama)
  • Katopdam XVII/Cenderawasih (Kolonel Ctp. Ir. Verloz Zoysa Barus)
  • Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua (Yohanes D Aditya, ST)
  • Kepala Seksi Tata Guna Hutan dan Perpetaan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Provinsi Papua (Donie T. Watopa, S.Hut, M.Hut)

Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, tidak hadir dalam rapat fasilitasi tersebut.       

Bupati Kabupaten Mamberamo Raya, John Tabo, Saat Bertanda Tangan. Richard (PP)
Bupati Kabupaten Mamberamo Raya, John Tabo, Saat Bertanda Tangan. Richard (PP)

Menurut Bupati Mamberamo Raya, John Tabo, pembahasan ke pembahasan menyangkut batas wilayah administrasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tolikara sudah dilakukan sejak 2021. Dan di tahun 2022 ini, sesuai telegram Kemendagri RI kepada kami Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya, untuk menghadiri rapat fasilitasi guna finalisasi batas wilayah administrasi pemerintahan. Namun dalam rapat fasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara tidak hadir.             

“Saya sangat menyayangkan, mengapa dalam rapat fasilitasi guna finalisasi batas wilayah administrasi pemerintahan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, tidak dihadiri oleh Bupati Tolikara, atau tim Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara,” ujar Bupati Mamberamo Raya, John Tabo, Kamis 19 Mei 2022, di Jayapura.

Baca Juga: GOR Waringin Kota Jayapura Jadi Pusat Sekretariat KONAS GMKI 2022 di Papua

Sebut Bupati John Tabo, kendati tidak dihadri oleh Bupati Tolikara, atau tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara. Rapat fasilitasi guna finalisasi batas wilayah administrasi pemerintahan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, dengan beberapa pihak terkait, dapat dilakukan, hingga sepakati dan ditetapkan.

“Hasil rapat fasilitasi batas wilayah administrasi pemerintahan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, oleh Kasubdit Batas Daerah Wilayah III Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, khususnya terhadap dua distrik, yakni, Distrik Douw dan Distrik Wari, masuk dalam wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Mamberamo Raya. Dan tinggal menunggu penetapan Kemendagri RI saja,” tutur Bupati John Tabo.      

        

Kasubdit Batas Daerah Wilayah III Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Mardiyana, S.Si., M.Si, Saat Bertanda Tangan. Richard (PP)
Kasubdit Batas Daerah Wilayah III Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Mardiyana, S.Si., M.Si, Saat Bertanda Tangan. Richard (PP)

Kedua Distrik, baik Distrik Douw dan Distrik Wari, sebut Bupati, seluruh masyarakatnya menginginkan agar mereka bisa masuk dan bergabung ke Kabupaten Mamberamo Raya, sebab selain lebih dekat dengan ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya.

“Masyarakat didua distrik tersebut dianak tirikan. 12 tahun mereka tidak diperhatikan. Berbagai macam anggaran pembangunan tidak menyentuh mereka,” tegas John Tabo.

Baca Juga: Musti Tidak Percaya Warga Kelurahan Entrop Pertanyakan Kapan Pelantikan RW III dan RT 01- RT 02

Sementara itu, Kasubdit Batas Daerah Wilayah III Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Mardiyana, S.Si., M.Si, mengatakan, saat ini draft putusan pengalihan status 2 distrik di wilayah perbatasan antara Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Tolikara bakal diserahkan ke Kemendagri untuk secepatnya ditetapkan.

“Secara sah melalui SK Mendagri. Untuk itu kami berharap kedua belah pihak untuk bersabar sampai draft tersebut bisa benar-benar disahkan dan ditetapkan melalui surat ketetapan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,” sebut Mardiyana.

Sekedar diketahui, Distrik Douw memliki 11 kampung, dan Distrik Wari memiliki 17 kampung. ***

    

Editor: Richard Mayor


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x