Komisioner Bawaslu Ronald Manoach Bantah Tudingan Dirinya Telah Memicu Benih Kericuhan di Nabire

- 18 Desember 2020, 13:07 WIB
Anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua, Ronald Manoach, sedang berada di Kabupaten Yahukimo pada Rabu 16 Desember 2020, sebagai bukti bahwa dirinya tidak berada di Nabire sebagaimana yang diisukan.
Anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua, Ronald Manoach, sedang berada di Kabupaten Yahukimo pada Rabu 16 Desember 2020, sebagai bukti bahwa dirinya tidak berada di Nabire sebagaimana yang diisukan. /ANTARA/HO-Ronald Manoach Bawaslu Papua

 

PORTAL PAPUA – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua, Ronald Manoach, membantah tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya terkait isu kericuhan yang terjadi di Nabire.

Ronald disebut sedang berada di Nabire dan dilaporkan ke Anggota Komisioner Bawaslu Papua lainnya telah memicu konflik di Nabire.

Berbanding terbalik dengan tuduhan itu, Ronald mengakui, saat itu dirinya sedang melakukan supervisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020 di Kabupaten Yahukimo, bukan di Nabire.

Baca Juga: Bantu Perangi Misinformasi Terkait Covid-19, Instagram Luncurkan Dua Fitur Baru

Baca Juga: Kalahkan Ronaldo dan Messi, Lewandowski Dianugerahi sebagai Pemain Terbaik FIFA 2020

“Adanya informasi aksi propaganda yang dilakukan oknum di Nabire terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020, bahwa saya di Nabire dan telah memicu kericuhan tidak benar, tidak benar sama sekali,” kata Ronald di Jayapura, Kamis 17 Desember 2020, dikutip dari ANTARA.

“Saya sedang melakukan supervisi di Kabupaten Yahukimo, tapi dipropaganda, nama saya dijual di Nabire,” sambungnya.

Menurut Ronald, berdasarkan informasi yang diterimanya, dirinya disebut sedang berada di Nabire dan dilaporkan ke Anggota Komisioner Bawaslu Papua lainnya bahwa dirinya telah memicu konflik di Nabire.

Baca Juga: Sinopsis SEPUTIH CINTA SEMERAH DUSTA 18 Desember 2020, Kinerja Farrel Menurun dan Terancam Dipecat

Baca Juga: Sinopsis SAMUDRA CINTA Jumat 18 Desember 2020, Cincin Kawin Kembalikan Ingatan Samudra dan Cinta

“Padahal sejak awal Pilkada, saya tidak pernah supervisi di Kabupaten Nabire,” katanya.

Dia menjelaskan, dari pesan WhatsApp yang diteruskan kepada dirinya, disebutkan bahwa “kehadiran Anggota Bawaslu atas nama Ronald, telah memicu benih kerusuhan di Nabire, oleh sebab itu mungkin baiknya Pak Ronald bertindak sesuai aturan dan jangan atas paksaan Bupati Nabire”.

“Saya berharap, teman-teman media dapat membantu mengklarifikasi isu ini agar tidak memicu konflik yang lain,” pintanya.

Baca Juga: RAMALAN ZODIAK Jumat 18 Desember 2020, Karir, Keuangan, dan Kesehatan: Ada Kabar Baik bagi Aquarius

Baca Juga: RAMALAN CINTA 12 Zodiak Jumat 18 Desember 2020, Waspada! Pisces dan Scorpio Terancam Putus

Dia menambahkan, pihaknya juga mengharapkan masyarakat Papua pada umumnya dan Nabire khususnya agar tidak terpancing dengan isu tersebut.

“Mari warga menjaga keamanan tetap kondusif sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan lancar,” ajak Ronald.***

 

Editor: Ade Riberu

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x