Samuel Tabuni Jadi Orang Indonesia Pertana Selesaikan Master di The Hebrew University of Jerusalem Israel

- 4 Agustus 2022, 12:06 WIB
Samuel Tabuni (gunakakan jas) saat bersama para dosen kampus di Jerusalem.
Samuel Tabuni (gunakakan jas) saat bersama para dosen kampus di Jerusalem. /Portall Papia/
PORTAL PAPUA  - Samuel Tabuni Orang Papua, Bahkan Orang Indonesia Pertama yang selesaikan studi master degree di The Henrew University of Jerusalem Israel.
 
"Pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia" Nelson Mandela.
 
PENDAHULUAN
 
Ada pepata kuno,mengatakan bahwa, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Pepata ini tepat sekalih untuk ditunjukkan kepada Tuan samuel Tabuni. Karena buah dari perjuangan pengapdian ayanda terkasih Bapak Petrus Tabuni dalam isu pendidikan bertahun-tahun di Kampung ndugama sebagai perintis, pelaku, secara konsisten membangun SD dari satu daerah ke daerah lain dan sering mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6 seorang diri selama bertahun-tahun jika tidak ada guru, tetapi biliau tidak pernah mundur dan mengeluh dan selalu melakukan dengan sukacita dan sabar, dalam hal ini Tuhan tidak buta dan tidak tidur, berkat dari orang tua turun kepada anak cucunya, dan benih yang baik itu menular kepada generasih dan khususnya kepada anaknya yang telah membuktikan dan membuahkan hasil yang sangat memuaskan dan mulia.
 
Samual Tabuni telah menorehkan satu sejarah baru di Tanah papua bahkan Indonesia, dengan menjadi orang asli Papua yang dapat menyelasaikan Studi Master Degree In Jewish Education (MAJED) atau Master Pendidikan Yahudi.
 
The Hebrew University of Jerusalem Isreal. Jam 1:00; waktu Moskow dan Waktu Jerusalem Isreal, Tuan Samuel Tabuni menghubungi saya melalui Whatshap dan mengatakan kesaksian yang luarbisa bagimana dari tahun 2019 mulai kuliah sampai selesai tahun 2022 bulan Agustus tanggal 3 2022.
 
Para Professor dari Hebrew University In Jerusalem Isreal menyampaikan bahwa, Samuel Tabuni adalah orang Indonesia dan papua pertama yang dapat menyelesaikan Study Master Degree In Jewish Education (MAJED) Master pendidikan Yahudi.
 
Kemudian para Profesor merekomendasikan untuk melanjutkan program Doktor di Universitas yang sama mengunakan bahasa Ibrani dan Tuan Samuel Tabuni sedang melanjutkan program Doktor di Tuhan Yesus punya kampung Jerusalem Isreal.
 
Yeremia 17:7-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
 
1.1 Ayah dan Ibu Tuan Samuel adalah pendoa syafaat dan perintis guru.
 
Di dalam prinsip alkitabiah, berkat Abraham turun kepada Izhak dan Yakob, artinya berkat dari orang tua turun kepada anak cucunya. Prinsip yang sama masih berlaku sampai detik ini, dan berkat yang diturunkan ini tidak ada seorangpun yang bisa mencuri atau mengambil daripadanya. seperti yang sudah dijelaskan diatas bawah Ayanda terkasih dari Tuan Samuel Tabuni adalah Perintis pendidikan sejak tahun 70an sampai saat ini masih aktif sebagai guru dan hamba Tuhan.
 
Salah satu kata yang Bapak Petrus Tabuni selalu menyampaikan berulangkali adalah, anak-anakku kalian harus sekolah baik, karena melalui sekolah kalian akan dihargai serta diakui dan akan pergi ke negara manapun. kata-kata ini hampir setiap hapel pagi di depan anak-anak murid SD Bapak selalu sampaikan, dan terdengar ane dan banyak orang tidak percaya bagaimana mungkin anak-anak kampung ini bisa kerja sama dengan negara-negara. tetapi Tuhan itu hidup dan mendengar doa orang benar, dan kata-kata Ayanda terkasih itu menjadi kenyataan di dalam diri generasi dan anak kandungnya tuan Samuel Tabuni dengan beberapa terobosan yang dilakukan seperti mendirikan salah satu Universitas Internasional di Papua (UIP) tahun 2021 dan membangun kerja sama dengan negara-negara lain di dunia untuk membangun Isu pendidikan bagi Tanah papua dan hal baru adalah Tuan Samuel Tabuni menyelesaikan Master Degree di Jerusalem Isreal.
 
Semua ini tidak kebetulan semua terjadi karena ada dasarnya dan ada pondasinya, kata-kata dari Bapak Petrus Tabuni dari belakang kampung ndugama sana. hari ini anaknya Tuan samuel Tabuni terjemahkan menjadi kebenaran dan kemuliaan bagi Tuhan.
 
 
Ibu dari Tuan Samuel Tabuni adalah pendoa, doa seorang ibu dan doa orang tua untuk anak-anaknya adalah bekal bagi perjuangan ini. Saya pernah bertanya langsung kepada Bapak Samuel Tabuni, dengan kekuatan apakah Bapak bisa melakukan terobosan dan kemajuan yang hebat ini, saya masih ingat Tuan Samuel Tabuni menyampaikan bahwa, 50% adalah doa orang tua dan keluarga dan 50% lainya adalah kerja keras usaha, disiplin dan membayar harga demi keberhasilan.
 
Dari sini saya ambil kesimpulan bahwa memang benar bahwa walaupun kami anak-anak Misionaris, Guru, kepala Suku dan lainnya dan keluarga mendoakan kita tetapi jika kita sendiri tidak kerja keras, tidak berusaha juga berkat Tuhan itu tidak akan maksimal dalam kehidupan ini. jadi doa orang tua 50% dan usaha kerja keras juga 50% supaya seimbang. Saya pernah ketemu dengan teman saya, Dia bangga dengan statusnya sebagai anak Perintis tetapi Dia sendiri tidak berusaha akhirnya tidak maju dan tidak maksimal. Jadi saya pikir benar bahwa doa dan dukungan orang tua keluarga 50% dan upaya dan usaha seseorang 50% baru seimbang, dan memang ada hal yang Tuhan memberkati dan hal yang kita harus kerjakan.
 
1.2 Sameul Tabuni adalah keturunan kepala Suku Besar di Kampung Mbuwa.
 
Secara Budaya, Tuan Samuel Tabuni berdarah biruh atau keturunan kepala suku besar di Kampung kami, memang di setiap kampung di wilayah LAPAGO ini ada kepala suku masing-masing wilayah kampung. Kepala suku di kampung kami namanya Kuginiki Tabuni, nama Kuginiki ini artinya adalah Jantung Setan.
 
Kepala Suku Kugini ini, Dia punya wibawah, Dia punya power untuk mengatur, dan Dia adalah penegak hukum di kampung dan semua prajurit anggota mendengarkan Dia karena sifat dari kepala Suku Kugini ini sangat baik, bagaimana dia membagi makanan, bagaimana Dia atur pasukannya, bagaimana Dia suka menolong yang lemah dan yang terhabaikan.
 
Kepala Suku Kuginiki Dia punya Wilayah operasi dari Mbua, Kiawagi, sampai di Sinak sana. sifat-sifat kepemimpin dari kepala suku Kuginiki ini secara adat dan budaya ini, sangat melekat kepada Tuan Samuel Tabuni, orang-orang yang dekat dengan Tuan Samuel Tabuni bahkan staf dan pegawainya di Papua Language Institut (PLI) dan Universitas Internasioanl Papua (UIP) dan para siswa binaan di sekolah, anda bisa mendapatkan kesaksian tentang sifat keadilan dari Tuan Samuel Tabuni, sangat profesional, sama dengan Kepala Suku Kuginiki yang sangat profesional, jadi Nilai dari Alkitab dan budaya benar-benar Tuan Samuel Tabuni punya.
 
1.3 kesimpulan
 
Memang benar, buah tidak pernah jatu jauh dari pohonnya, dan kerja keras tidak pernah menghianati hasil akhirnya, orang-orang tua dari Tuan Samuel Tabuni telah melakukan pelayanan hebat pada masa mereka, dengan fasilitas dan teknologi pada saat itu.
 
Jadi hari ini jika Tuan Samuel Tabuni muncul dengan terobosan dan gerakan, itu karena dia layak dan pantas karena Dia pelaku perintis dalam konteks pendidikan, budaya, gereja, semua ada dasarnya. selama ini kita tahu, kami orang papua yang akui orang Israel tetapi keadaan terbalik, sekarang para Professor Isreal yang balik akui kemampuan orang papua dan memberikan rekomendasi untuk melanjutkan program Doktor The Hebrew University Jerusalem Israel.
 
Pesan bagi generasi Papua, sesungguhnya dan kebenarannya, kami orang papua sudah diberkati oleh Tuhan, tetapi sebagian besar dari kami tidak mengelolah berkat Tuhan ini, kami tidak kelolah dengan usaha keras dan disiplin akhirnya berkat Abraham dan berkat orang tua yang kita punya tetapi tidak melipatgandakan dan sering kami masih jalan ditempat dengan malas-malas, dan mengeluh atas keadaan dengan berbagai alasan yang kita sendiri buat-buat, tetapi kita harus ingat apa yang dikatakan oleh seorang hamba Tuhan di bawah ini.
 
Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.” (Pdt. I.S. Kijne, 1947.).
(Penulis adalah  Jefri Lokbere di Moskow, Rusia,  04 Agustus 2022)

Editor: Eveerth Joumilena


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x