Captain PSBS Biak Pukul Captain Persewar, Laga Derby Papua Kompetisi Liga 2 2022-2023 Berakhir Ricuh

- 19 September 2022, 07:35 WIB
Yudistira Mambrasar gelandang Persewar Waropen salah satu pemain yang juga mendapat perlakukan kasar dari pemain tim tuan rumah saat pertandingan sedang berlangsung dok (PERSEWAR)
Yudistira Mambrasar gelandang Persewar Waropen salah satu pemain yang juga mendapat perlakukan kasar dari pemain tim tuan rumah saat pertandingan sedang berlangsung dok (PERSEWAR) /

 

PORTAL PAPUA - Pertandingan tensi tinggi sesama tim Papua pada lanjutan kompetisi liga 2 2022-2023 antara tim tuan rumah PSBS Biak menjamu tamunya Persewar Waropen di Stadion Cenderawasih, Biak, Papua, Minggu 18 September 2022, sore berakhir ricuh.

Pelatih kepala Persewar Waropen Eduard Ivakdalam sangat menyayangkan adanya insiden pemukulan yang terjadi diakhir laga.

Korbannya adalah Kaptain tim Persewar yakni Elvis Harewan. Usai laga berlangsung dalam konfrensi pers, Eduard Ivakdalam mengaku laga Derby Papua memang cukup keras namun tidak harus dilandasi dengan kekerasan.

“Kita harusnya bisa jadi barometer sepakbola di Indonesia. Harus ada tim dari Papua yang lolos ke liga 1, PSBS dari awal pertandingan sudah bermain bukan keras lagi tapi cenderung kasar. Ini yang akhirnya kita tidak menyuguhkan hiburan yang terbaik untuk masyarakat di Biak,” ungkap Eduard Ivakdalam.

Dengan adanya derby Papua kata  Eduard Ivakdalam kita harusnya menampilkan permainan yang indah.

Bukan malah sebaliknya. Terlebih setelah insiden kartu merah dan sejumlah kartu kuning yang diterima oleh pemain PSBS Biak.

“Kita sama-sama anak-anak Papua dan memiliki pekerjaan sebagai pemain professional di bidang sepakbola, tapi hari ini insiden ini sangat mencederai kita semua. Wasit juga kita kecewa dengan tindakanya tidak tegas, karena jika sudah ada insiden pemain melakukan pemukulan itu sudah seharusnya kartu merah, tidak hanya dipukul, tapi diinjak,” kecewa dari Ivakdalam.

Sementara Kapten tim Persewar Waropen Elvis Harewan mengatakan pertandingan tersebut tensinya cukup tinggi. Bahkan dimenit-menit awal sudah ada niat dari sejumlah pemain untuk mencederai salah satu pemain Persewar.

“Saya tadi tidak bikin salah tapi saya dipukul dan justru saya juga dapat kartu kuning. Saya harap media melihat ini juga. Tidak hanya di lapangan tapi usai pertandingan juga saya dipukul dan saya jatuh. Sehingga pemain yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi yang tegas dan keras,” kesal Elvis.

Halaman:

Editor: Silas Ramandey


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x