Penerima Manfaat Akui Terbantu Miliki Rumah dengan Program Tapera

- 11 Juni 2024, 11:44 WIB
Petugas melayani peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera) di Kantor Pelayanan Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Kamis (30/5/2024). Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera.
Petugas melayani peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera) di Kantor Pelayanan Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Kamis (30/5/2024). Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera. /ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym./

PORTAL PAPUA  - Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) merupakan mekanisme yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat bisa memperoleh hunian dengan mudah dan terjangkau.

Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN), Nurhadi Saputro, mengakui mendapatkan rumah yang kini tempatinya di Pesona Kahuripan Cileungsi Jawa Barat adalah dengan memanfaatkan program Tapera.  

“Alhamdulillah dan bersyukur. Rumah yang kini saya tempati bertipe 30 per 60 dengan cicilan sekitar Rp1,4 juta perbulan. Cicilan lebih rendah dengan bunga hanya lima persen flat selama 15 tahun,” katanya, saat dihubungi Jumat (7/6/2024).

Kondisi ini pun diakui Nurhadi membuat ia dan keluarganya merasa terbantu karena sebelumnya selalu menempati rumah kontrakan yang hampir tiap tahun mengalami kenaikan. “Kalau ngontrak, istilahnya cicilan tetap keluar tapi rumah bukan milik sendiri,” lanjutnya.

Senada dengan Nurhadi, peserta mandiri bernama Bustomi, yang juga menempati rumah di Pesona Kahuripan Cileungsi sangat terbantu mendapatkan rumah sendiri yang layak dan terjangkau.  Bustomi memanfaatkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yaitu pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Berbagai kemudahan ditawarkan dari program ini mulai dari uang muka yang terjangkau, angsuran ringan, jangka waktu yang lama (10 hingga 15 tahun), hingga kesempatan mendapatkan subsidi bantuan uang muka mulai dari 1 persen hingga 5 persen flat.

“Yang saya rasakan adalah mudahnya proses mendapatkan rumah, mulai dari proses pengambilan hingga administrasi. Semua cepat dan mudah,” katanya.

Dari memanfaatkan FLPP, Bustomi mengaku membayar cicilan Rp1.2 juta perbulan selama 15 tahun.

“Ketimbang saya ngontrak bisa satu juta perbulan. Itupun tiap tahun naik. Dengan FLPP itu sudah termasuk asuransi,” katanya.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: infopublik.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah