Masyarakat Perlu Waspada, Dirjen Zudan Ingatkan Bahaya Selfi dengan KTP-el

- 23 Juni 2022, 02:00 WIB
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh.
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. /https://dukcapil.kemendagri.go.id/

 

PORTAL PAPUA  - Fenomena bisnis digital melalui Non Fungible Token (NFT) di berbagai situs online akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan.

Bahkan kian marak utamanya setelah foto selfie seorang WNI yang bernama Ghozali menjual foto selfie-nya melalui media OpenSea, dan dihargai begitu mahal sebagai bentuk apresiasi seni.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kekudusan dan Kesucian Hati Sesuai Kehendak Tuhan

Terkait hal ini Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pendapatnya. Menurut Dirjen Zudan, zaman digital yang semakin berkembang pesat dan maju saat ini, harus terus didukung oleh semua kalangan, untuk menuju Indonesia yang semakin kreatif, inovatif dan hebat.

"Agar Indonesia semakin di depan, terus menuju ekonomi baru yang dapat bersaing dengan negara-negara modern yang juga telah menerapkan digitalisasi dalam layanan publiknya," kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh dalam pernyataan resmi di Jakarta, Ahad, 16 Januari 2022.

Baca Juga: Taat Melakukan Kehendak Bapa di Surga, Awas Jangan Salah Jalan Kita Tak Dikenal Tuhan

Namun, Zudan mengingatkan, terdapat hal penting yang perlu disikapi dalam era ekonomi baru yang serba digital tersebut. Yaitu, adanya fenomena orang menjual foto dokumen kependudukan, seperti KTP-el, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Atau melakukan foto selfie dengan dokumen kependudukan seperti KTP-el di sampingnya yang jelas terlihat/terbaca data diri, dan pribadinya dengan harapan dapat diverifikasi dan divalidasi (verivali) oleh media online tempat transaksi jual beli guna menghasilkan rupiah.

"Menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan dokumen KTP-el di sampingnya untuk verivali tersebut sangat rentan adanya tindakan fraud/penipuan/kejahatan oleh ‘pemulung data’ atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab karena data kependudukan 'dapat' dijual kembali di pasar underground atau 'digunakan' dalam transaksi ekonomi online seperti pinjaman online," kata Dirjen Zudan.

Ketidakpahaman penduduk terhadap pentingnya melindungi data diri dan pribadi menjadi isu penting yang harus disikapi bersama-sama oleh semua pihak.

Halaman:

Editor: Fransisca Kusuma

Sumber: dukcapil.kemendagri.go.id


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x