Ukuran Rohani Manusia Tidak Bisa Diukur Dari Status Sosial, Ukuran Rohani Adalah Kehidupan Yesus

- 18 September 2022, 07:00 WIB
Motivasi Iman Kristen.
Motivasi Iman Kristen. /lintaspapua.com/

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  -  Dalam Roma pasal 8 dikatakan bahwa orang yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Jadi, kita harus hidup di dalam Roh, artinya menjadi manusia yang rohani.

Dalam sudut pandang Alkitab, manusia yang rohani adalah manusia yang hidup di dalam Roh. Orang Kristen yang hidup di dalam Roh adalah orang Kristen yang tidak hidup di dalam daging.

Baca Juga: Ada Jalan Yang Disangka Orang Lurus, Tetapi Ujungnya Menuju Maut (Amsal 14:12).

Standar “rohani” jangan diukur dari status sebagai pendeta, majelis atau aktivis gereja. Ukuran “rohani” jangan diukur dari kegiatan keseharian dalam aktivitas pelayanan gereja yang disebut pelayanan rohani.

Ukuran rohani adalah kehidupan Yesus. Inilah standar rohani yang sesungguhnya. “Hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.”

Kenapa disebut “rohani?” Tentu saja dari kata “roh,” rohani. Dalam Roma pasal 8, Firman Tuhan mengatakan orang yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Jadi untuk berkenan, harus hidup di dalam Roh.

Motivasi Iman Kristen. Tuhan Menolong dan Memampukan Kita Semua.
Motivasi Iman Kristen. Tuhan Menolong dan Memampukan Kita Semua.

Di dalam Roh sepenuhnya, bukan “setengah Roh,” karena firman Tuhan mengatakan kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan.

Terang tidak bisa dipersekutukan dengan gelap. Sepenuhnya untuk Tuhan, atau tidak usah sama sekali. Tuhan 100% atau tidak usah sama sekali. Hidup menurut Roh yang benar, atau tidak usah sama sekali.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah