Damai Sejahtera Allah, yang Melampaui Segala Akal, Akan Memelihara Hati dan Pikiranmu Dalam Kristus Yesus

- 3 Maret 2023, 11:33 WIB
Tuhan Yesus, Diyakini sebagai Juruselamat Umat Manusia.
Tuhan Yesus, Diyakini sebagai Juruselamat Umat Manusia. /

PORTAL PAPUA - Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah" (Yohanes 12:42-43)

Saat anak saya masih usia Sekolah Dasar, ia merasa malu bila diantar ke sekolah naik becak. Mengapa? Karena sebagian besar temannya diantar dengan mobil. Alasannya, ia takut dikucilkan oleh teman-temannya. Takut di-bully oleh teman-temannya.

Pengakuan ataupun penghormatan dari teman-teman adalah citra diri yang ingin dibangun hampir oleh setiap orang. Mungkin kita menertawakan sikap anak saya yang "jaim", tetapi mari kita instropeksi diri, bukankah sebagai orang dewasa kita juga senang dianggap penting, dianggap terhormat oleh orang di sekitar kita. Kelompok ibu-ibu sosialita juga terbentuk oleh sikap ingin diakui dan dianggap sebagai bagian orang-orang terhormat dan tak ingin dikucilkan.

 

Untuk dihormati secara penampilan, kita membangun citra diri dengan memakai baju mahal, make up tebal, dan asesoris yang berkilauan, selaras dengan ungkapan dalam bahasa jawa ‘ajining rogo soko busono’. Semua dilakukan karena kita lebih suka pada penghormatan dari manusia dari pada penghormatan dari Allah.

Ayat bacaan di atas sebenarnya tidak berbicara takut dikucilkan karena penampilan, tetapi takut dikucilkan karena percaya kepada-Nya; takut dikucilkan karena pengakuan iman yang berbeda dengan mayoritas. Para pemimpin saat itu mulai banyak yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi mereka takut berterus terang. Mereka takut kehilangan kehormatan manusia karena kedudukan mereka yang penting.

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (Yeremia 9:23-24)

Nabi Yeremia dengan jelas menuliskan bahwa kehormatan dan kebanggaan kita jangan dibangun berdasarkan kepandaian, kekuasaan dan kekayaan, tetapi didasarkan pada pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. Dengan demikian, rasa percaya diri kita tidak dibangun dari pencapaian dan tampilan luar yang mengundang penghormatan manusia, tetapi dari mengenal kasih Tuhan. Itulah sikap yang disukai Tuhan. Akhirnya, beranilah menunjukkan iman percaya kita dan jangan pernah takut dikucilkan manusia. Takutlah bila kita dikucilkan Tuhan. (DD)

Questions:
1. Mengapa orang takut dikucilkan?
2. Benarkah karena pengakuan iman kita sebagai orang Kristen minoritas, kita bisa dikucilkan?

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: rockministry.org


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah