Unicef Papua dan Papua Barat bersama Yayasan Noken Papua Gelar Workshop Perilaku BABS

- 1 Juli 2022, 12:48 WIB
Ketua Tim Kualitatif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dulu LIPI, Aan Kurniawan melakukan penelitian paling efektif untuk menghentikan perilaku BABS.
Ketua Tim Kualitatif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dulu LIPI, Aan Kurniawan melakukan penelitian paling efektif untuk menghentikan perilaku BABS. /Fransisca / Portal Papua/

PORTAL PAPUA  -  Melalui pendanaan Unicef Papua dan Papua Barat  bersama Yayasan Noken Papua yang bergerak di mengadakan Workshop Pengumpulan Data Studi perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Tengah.

Adapun kegiatan berlangsung bersama dinas terkait dan Bappeda bertempat di Aula kantor Bappeda Kabupaten Jayapura, dengan Tujuan mempersiapkan para tim pengumpul data dalam penggunaan instrument dalam Studi hentikan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Tengah, dengan metode Kualitatif dan Kuantitatif, Selasa & Rabu 27-28 Juni 2022.

Baca Juga: Dari Ukraina, Presiden Jokowi Kembali ke Polandia

Secara spesifik, tujuan Kegiatan ini adalah Meningkatkan pemahaman para tim pengumpul data mengenai latar belakang studi, Meningkatkan pemahaman dan kemampuan tim pengumpul data dalam menggunakan instrument penelitian, Mendapatkan masukan/inputs untuk instrument penelitian baik dari tim pengumpul data maupun dari masyarakat umum ketika dilaksanakan uji coba instrument

Ketua Tim Kualitatif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dulu LIPI, Aan Kurniawan melakukan penelitian paling efektif untuk menghentikan perilaku BABS.

Baca Juga: Update Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Presiden 2022

“Mencari strategi supaya program BABS bisa berhasil, sudah di lakukan sejak 2015 oleh Yayasan Noken Papua, tapi masih banyak belum berjalan dengan efektif, kita akan mencari dengan cara penelitian kepada masyarakat langsung supaya menemukan program BABS bisa di hentikan,” ujar Ketua Tim Kualitatif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dulu LIPI, Aan Kurniawan.

Sementara itu, Pengajar Bidang Keperawatan Poltekes jayapura Kimisyati melakukan penelitian Kuantitatif guna membantu pemerintah tentukan program mengatasi perilaku BABS.

Kami terlibat tim penelitian untuk design kuantitatif, meningkatkan derajat masyarakat, kita bisa membantu pemerintah untuk menentukan program BABS, atau sebagai pondasi untuk mengeluarkan program pemerintah bagi masyarakat,” tutupnya.***

Editor: Fransisca Kusuma


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x