Bersukacitalah Dalam Pengharapan, Sabarlah Dalam Kesesakan, dan Bertekunlah Dalam Doa

- 14 Mei 2022, 23:00 WIB
Ayat Alkitab Dalam Kitab Yesaya.
Ayat Alkitab Dalam Kitab Yesaya. /Portal Papua/

PORTAL PAPUA -  “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12)

Ada sangat banyak orang yang tak mengerti mengapa TUHAN mengizinkan masalah terjadi atas hidupnya. Ada sangat banyak orang yang salah berespon saat mereka menghadapi masalah yang sedang terjadi atas hidup mereka.

Baca Juga: Kerajaan Allah Bukan Soal Makan Minum, Tetapi Soal Kebenaran, Damai Sejahtera dan Sukacita

Respons yang salah seringkali mengakibatkan reaksi dan sikap yang salah. Jadi kita perlu menyadari bahwa respons akan menghasilkan reaksi dan reaksi akan menghasilkan sikap kemudian sikap menghasilkan tindakan. Mari kita belajar bersama bagaimana bersikap saat menghadapi masalah.
Yang pertama, sabar – Rm 12:12.

Sikap sabar adalah hal yang sangat penting dalam menghadapi masalah. Berkata sabar itu jauh lebih mudah daripada melakukannya. Untuk dapat bersabar itu membutuhkan kedewasaan. Bersabar itu juga membutuhkan pengorbanan. Bersabar itu memiliki tujuan untuk mengutamakan kepentingan bersama dan bukan kepentingan diri sendiri. Sudahkah anda memiliki kesabaran dalam menghadapi masalah anda?


Yang kedua, jangan putus asa - Ams 24:10. Seringkali orang bingung dan tak tahu apa yang harus ia lakukan. TUHAN mau anda mendekat kepadaNYA. Di saat sebagian orang datang mendekat kepada TUHAN, ternyata ada orang yang menjadi tawar hati atau putus asa. Tahukah anda bahwa putus asa adalah jalan pintas untuk kegagalan? Putus asa membuat pengharapan jadi hancur.

Orang yang putus asa tidak memiliki pengharapan. Orang yang putus asa malah cenderung menjadi pribadi yang egois. Bahkan orang yang putus asa cenderung untuk mengasihani dirinya sendiri dan lupa bahwa TUHAN memiliki semua jawaban dalam masalah kehidupannya. Mari jangan mudah berputus asa.

Baca Juga: Ribuan Umat Katolik di Oksibil Sambut Meriah Kehadiran Pastor Oksianus Kotipki dan Pastor Fransiskus Asisi
Yang ketiga, semakin percaya TUHAN – 1 Sam 30:6. Masalah yang kita hadapi dapat membuat kita menjadi terjepit oleh masalah. Saat kita terjepit oleh masalah yang kita hadapi seharusnya kita menjerit kepada TUHAN. Saat kita tertekan oleh masalah seharusnya kita bersikap untuk menguatkan diri kita di dalam TUHAN. Bahkan di saat kita sudah tidak berdaya hendaknya kita semakin percaya kepada TUHAN. Sudahkah kita benar-benar percaya kepada TUHAN? Masihkah kita meragukan segala kebaikan TUHAN?


Yang keempat, berseru kepada TUHAN – Mzm 107:28-29. Di saat kesesakan melanda kehidupan kita, marilah kita berseru kepada TUHAN. Di saat kecemasan melanda kita, marilah kita berseru kepada TUHAN.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x