Perang Untuk Meciptakan Perdamaian

- 14 Mei 2022, 14:00 WIB
Ayat Alkitab Dalam Kitab Galatia.
Ayat Alkitab Dalam Kitab Galatia. /Portal Papua/

PORTAL PAPUA - Perang untuk menciptakan kedamaian, “Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?" (Matius 26:52-54)

Peperangan sebenarnya telah terjadi sejak jaman batu. Karena belum mengenal pertanian, maka untuk mempertahankan lahan pangan dan untuk kelangsungan kehidupan, satu suku memerangi ataupun memusnahkan suku yang lain.

Baca Juga: Ribuan Umat Katolik di Oksibil Sambut Meriah Kehadiran Pastor Oksianus Kotipki dan Pastor Fransiskus Asisi

Suku yang suka damai dan tidak suka perang akan terus pergi menjauh dari daerah asal mencari daerah yang ada tanaman pangan dan  yang masih kosong. Perang adalah jalan terakhir ketika  perundingan mengalami  jalan buntu, sebab masing-masing bersikukuh merasa benar.


Contohnya Ukraina yang saat ini tak lagi berafiliasi dengan Rusia, dan ingin berkabung dengan NATO, tentu ini adalah ancaman bagi sistem keamanan Rusia. Jika Ukraina tak mau berafiliasi dengan Rusia dan terus main mata dengan NATO dan Amerika, maka tak ada pilihan, ini sama dengan menantang perang. Jadi alasan Rusia menyerang Ukraina adalah untuk  mempertahankan keamanan dalam negeri.


Kita sering mendengar manusia seharusnya lebih menyukai perdamaian, tapi bagaimana seandainya ada ancaman kelaparan dan ancaman keamanan? Jika ada ancaman, maka sifat primitif manusia akan muncul (sama dengan binatang), yakni terpaksa  membunuh demi kelangsungan kehidupan.

Itu sebabnya arti perdamaian sebenarnya adalah “menundukkan siapapun yang menjadi ancaman bagiku“. Maka sampai kapanpun akan ada perang dan perang itu selalu punya tujuan klise, yaitu perang untuk untuk menciptakan perdamaian. Absurd tapi itulah kenyataan.


Jadi Jika tujuan perang  untuk perdamaian, atau perdamaian diusahakan dengan perang, maka tak ada yang bisa disalahkan sebenarnya. Siapapun punya alasan yang benar. Siapapun akan berontak bila merasa terancam. Kecuali sudah tak ada lagi punya kekuatan atau kemampuan untuk  menyerang.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bagi Siswa di Kabupaten Jayapura Ditandai Resepsi Hardiknas 2022 dan Halal Bihalal

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x